Sabtu, 08 Juni 2013

Dari berbagai sumber dana yang berhasil dihimpun bank, sudah selayaknya bank mempersiapkan strategi penempatan dana berdasarkan rencana alokasi dengan memperhatikan kebijaksanaan yang telah digariskan. Alikasi ini mempunyai beberapa tujuan, yaitu :
  1. Mencapai tingkat profitabilitas yang baik.
  2. Mempertahankan kepercayaan masyarakat dengan cara menjaga posisi likuiditas yang tetap aman.

Dengan menggabungkan 2 keinginan di atas, maka alokasi dana bank harus diarahkan sedemikian rupa agar pada saat yang diperlukan, semua kepentingan nasabah dapat terpenuhi. Artinya: bank harus menjaga agar para nasabah tidak merasa kecewa atas pelayanan dan ketepatan pelayanan bank.
Alokasi dana bank, pada dasarnya dibagi dalam 2 bagian penting dari aktiva bank, yaitu :
1.      Aktiva yang tidak menghasilkan (Non earning assets).
Non earning assets terdiri dari :
·     Primary Reserve (berbentuk uang tunai dalam kas dan uang tunai dalam saldo rekening di Bank Indonesia. Dana ini untuk kepentingan cash ratio atau penjagaan posisi likuiditas bank berdasarkan peraturan dari Bank Indonesia selaku Bank Sentral.
·     Penanaman dana dalam aktiva tetap dan investasi, digunakan untuk kepentingan kelancaran usaha bank seperti gedung kantor, peralatan kantor. Dana ini berasal dari Cadangan Modal Bank.
2.      Aktiva yang menghasilkan (Earning assets).
Earning assets terdiri dari :
·         Secondary Reserve
·         Credit (pinjaman yang diberikan)
·         Investasi jangka panjang
Ada 2 teori yang diperlukan untuk melihat bagaimana penghimpunan dana dan pengalokasiannya, yaitu:
1.      Teori Pool of Funds, yaitu caranya dengan melihat sumber dananya dan penempatannya.
2.      Teori Assets Allocation Approach, yaitu penempatan dana-dana ke dalam Aktiva. Hal ini berkaitan erat dengan manajemen aktiva bank.

MANAJEMEN PERKREDITAN
1.      Pengertian, Tujuan dan Fungsi Kredit.
Pemberian kredit adalah tulang punggung kegiatan perbankan. Bila kita perhatikan Neraca Bank, akan terlihat bahwa sisi Aktiva Bank akan didominasi oleh besarnya jumlah kredit, demikian juga halnya dengan Pendapatan Bank, bahwa yang terbesar dari pendapatan bunga dan provisi kredit.
Manajemen kredit pada dasarnya merupakan suatu proses yang terintegrasi antara sumber-sumber dana kredit, alokasi dana yang dapat dijadikan kredit dengan perencanaan, pengorganisasian, pemberian, administrasi dan pengamatan kredit.
Tujuan untuk mendapatkan hasil yang tinggi dari pemberian kredit, akan menempati urutan teratas dari pola dan kebijaksaaan kredit bank. Urutan kedua dari tujuan kredit adalah keamanan bank, yaitu keamanan untuk nasabah penyimpan, yang sehingga melalui kumulasi kredit, bank akan menambah dananya sendiri. Kredit yang aman akan memberikan dampak positif bagi bank sehingga kepercayaan masyarakat akan bertambah, Dengan demikian Profitability dan Safety ana jalan bersamaan.
Fungsi kredit dalam kehidupan perekonomian, perdagangan dan keuangan secara garis besar adalah sebagai berikut:
a. Kredit dapat meningkatkan daya guna (utility) dari uang.
b. Kredit dapat meningkatkan daya guna (utility) dari barang.
c. Kredit meningkatkan peredaran uang dan lalu lintas uang.
d. Kredit adalah salah satu alat stabilisasi ekonomi.
e. Kredit menimbulkan kegairahan berusaha masyarakat.
f. Kredit adalah jembatan untuk meningkatkan pendapatan nasional.
g. Kredit adalah sebagai alat penghubung ekonomi internasional.

2.      Macam & Jenis Kredit
Pada prinsipnya kredit hanya 1 macam, yaitu uang bank yang dipinjamkan kepada nasabah dan akan dikembalikan pada waktu tertentu dimasa mendatang, disertai dengan suatu kontra prestasi berupa bunga.
Berdasarkan beberapa keperluan usaha serta berbagai unsur ekonomi yang mempengaruhi bidang usaha para nasabah, maka jenis kredit menjadi beragam, yaitu berdasarkan : sifat penggunaan, keperluan, jangka waktu, cara pemakaian dan jaminan atas kredit yang diberikan bank.
  • Jenis Kredit menurut sifat penggunaannya, terdiri atas :a. Kredit Konsumtifb. Kredit Produktif
  • Jenis Kredit menurut keperluannya, terdiri atas :a. Kredit Produksi (eksploitasi)b. Kredit Perdagangan c. Kredit Investasi
  • Jenis Kredit menurut jangka waktunya, terdiri atas :a. Kredit Jangka Pendek.b. Kredit Jangka Menengah c. Kredit Jangka Panjang
  • Jenis Kredit menurut cara pemakaiannya, terdiri atas :a. Kredit Rekening Koran Bebasb. Kredit Rekening Koran Terbatasc. Kredit Rekening Koran Aflopend d. Revolving Credite. Term Loan
  • Jenis Kredit menurut jaminan atas kredit, terdiri atas :a. Unsecured Loans (kredit tanpa jaminan atau kredit blanko)b. Secured Loans (Kredit dengan jaminan)
Falsafah Perkreditan (prinsip kredit).
Tidak seorangpun pada hakikatnya mau terlibat utang, demikianlah kira-kira pandangan umum dalam kehidupan ini.Akan tetapi mengapa justru demikian populernya kredit dan bahkan orang selalu berusaha untuk memperoleh kredit tersebut ?
Disinilah kiranya kita perlu perhatikan, maksudnya perlu berusaha mengetahui apa hakikat yang terkandung dalam pengertian kredit, apa masalahnya dan bagaimana pemecahannya.
Salah satu sumber dan faktor penting dalam ekonomi adalah Permodalan dan pada hakikatnya Permodalan adalah masalah hidup matinya suatu usaha.
Bank selalu lembaga pembantu modal di satu pihak berusaha dengan sungguh-sungguh untuk membantu mereka yang membutuhkan permodalan, dilain pihak perusaha akan selalu mencari sumber-sumber permodalan untuk menjamin kontinuitas dan atau meningkatkan usahanya. Disinilah timbul sifat ketergantungan satu sama lain.
Sebagai lembaga keuangan, bank adalah lembaga penghimpun dana dan juga sebagai lembaga kredit. Dalam menjalankan kedua tugas pokok ini bank dihadapkan pada suatu kenyataan bahwa sumber operasinya adalah justri berada pada masyarakat.
Untuk menghimpun dana, bank harus ke masyarakat dan demikian pula untuk melepaskan kredit. Sebaliknya, masyarakat memerlukan bantuan kredit dan jasa bank dalam memperlancar tujuan usahanya. Timbullah kemudian langka-langkah menyelaraskan atau menyesuaikan antar keduanya. Dalam melakukan penyesuaian ini terdapat maksud yang selaras, yaitu merupakan tujuan setiap usaha : “memperoleh keuntungan” dan tujuan profit making.
Kepentingan dan keuntungan yang diharapkan oleh kedua pihak (nasabah & bank), tercermin dalam dunia kegiatan pokok bank tadi, yaitu receive deposits (menerima/menghimpun dana) dan to make loans (memberikan kredit).
Dalam hal ini masyarakat bertindak sbg Objek. Para penyimpan mengharapkan keuntungan dari uang yang disimpannya, misalnya berupa bunga & jasa lainnya. Sebaliknya bank memperoleh keuntungan bahwa uang yang mengendap dapat dioper (dialokasikan) dalam bentuk kredit dan bank akan mendapat keuntungan (profit) darinya. Sebaliknya si Penerima kredit memperoleh keuntungan pula bahwa masalah permodalannya dapat diatasi sehingga peningkatan produktivitas dapat dilakukan dan sekaligus mengharap tambahan profit. Timbullah kemudian keadaan yang interdependence, yaitu saling membutuhkan antara bank dan pengusaha.
Hakikat atau intisari pengertian kredit adalah Kepercayaan. Kepercayaan kedua belah pihak (bank & pengusaha) merupakan kunci keberhasilan. Maka bisa kita berpendapat bahwa kredit telah menjadi kebutuhan pokok suatu perusahaan bagaimanapun jenisnya.
Selain itu kredit merupakan suatu barometer, suatu pengukur apakah seseorang pengusaha sukses atau tidak. Makan besar kredit diberikan, makin besar pula usahanya dan makin besar kepercayaan orang dan makin berkembanglah pengusaha itu.
Sekarang ini telah terjawab pernyataan tentang hakikat bahwa tidak seorangpun sebenarnya ingin terlibat utang, karena kredit bukan hanya sekedar utang, tapi suatu modal, suatu alat untuk mencapai tujuan usaha, suatu teman di kala susuah, teman di kala ingin maju & teman setelah maju, Kredit adalah teman pengusaha selama-lamanya selagi usahanya masih ada.

Penentuan Policy Perkreditan
            Sebagai lembaga kredit, bank harus dapat menentukan policy atau kebijaksanaan umum yang harus ditempuhnya. Pimpinan bank harus dapat menyelami dengan sungguh-sungguh  kondisi perekonomian dan perdagangan yang merupakan landasan bagi usahanya.
            Diapun harus mengetahui dengan jelas bagaimana kondisi bank itu sendiri terutama yang menyangkut bidang usaha bank (line of banking business). Misalnya antara Bank Tabungan dengan Bank Pembangunan tentulah policy perbankan dan perkreditannya berbeda satu sama lain sesuai kondisi masing-masing.
            Pimpinan bank harus dapat mengukur kekuatan keuangan dan permodalan banknya, baik itu uang sendiri ataupun dari uang luar (masyarakat). Tiap bank mempunyai  factor pertimbangan sendiri dalam penentukan kebijaksanaan perkreditannya.
Pada umumnya dalam penentuan policy perkreditan perlu diperhatikan beberapa factor penting, diantaranya adalah sbb:
1.      Bagaimana keadaan uang bank saat ini ?
Manajemen melihatnya dari kekuatan keuangan bank, antara lain jumlah Deposito, Tabungan, Giro dan jumlah Kredit. Setiap item dari Aktiva diteliti benar-benar dan pemisahan menurut pos-pos yang current (Lancar) & non current (Aktiva Tetap).
2.      Pengalaman bank dalam beberapa tahun belakangan ini.
Harus dipelajari terutama yang berhubungan dengan dana dan perkreditan. Diperhatikan bagaiman fluktuasinya, terutama mengenai jumla dan lama pengendapan, kelancaran kredit yang diberikan dan sebagainya
3.      Keadaan perekonomian.
Harus diperlajari dengan seksama dan dihubungkan dengan pengalaman serta kestabilan bank di masa-masa lalu serta perkiraan keadaan di masa dating.
4.      Kemampunan dan Pengalaman Organisasi.
Yang dimaksud disini apakah dalam pengelolaan kredit, bank tetap survive dan bahkan meningkat terus atau tidak. Apakah organisasi yang ada telah benar-benar efektif dan dalam pelaksanaannya terdapat efisiensi. Apakah pejabat kredit adalah tenaga yang qualified, mempunyai skill yang baik dan sebagainya.

5.      Bagaimana hubungan yang dijalan dengan bank lain yang sejenis.
Yang dimaksud disini adalah banak-bank yang mempunyai line of business yang sama dan bagaimana hubungannya. Hal ini perlu diadakan evaluasi terus-menerus. Bagaimana tentang joint dinancing atau Merger dalam kredit & bagaimana pelaksanaannya selama ini.

Kebijakan Penentuan Suku Bunga Kredit (Interest Policy).
Apakah yang dimaksud Bunga ?
Tidak hanya dalam kredit bank bunga itu terjadi, tetapi pada setiap kegiatan pinjam-meminjam selalu terkandung adanya pemungutan bunga
Bunga atas kredit adalah suatu “kontra prestasi” atas penyerahan uang. Dengan demikian, yang dimaksud bunga kredit adalah suatu jumlah ganti kerugian atau balas jasa atas penggunaan uang oleh nasabah.
            Setiap pengusaha yang menikmati kredit berarti memerlukan suatu likuiditas untuk usahanya. Menurut Keynes, bunga uang itu ditentukan oleh preferensi likuiditas (liquidit preference) dan jumlah uang.
Liquidit preference itu disebabkan karena 3 hal, yaitu :

1
2

3
Transaction Motive
Precautionary Motive

Speculative Motive

orang memerlukan uang yang likuid untuk transaksi sehari-hari
orang ingin mempunyai persediaan uang untuk menghadapi peristiwa yang tidak diduga dan sebagai cadangan bila harus melakukan pembayaran
orang ingin mempunyai uang likuid untuk mencari untung pada saat dapat melakukan spekulasi

Bunga pada dasarnya mempunyai 2 pengertian sesuai dengan peninjauannya :

Bagi Bank         :
Bagi Pengusaha :
Bunga adalah suatu pendapatan atau suatu keuntungan atas peminjaman uang oleh pengusaha atau nasabah
Bunga dianggap sebagai ongkos produksi ataupun biaya modal

Faktor dalam Penentuan Bunga Krdit
Banyak factor yang harus dipertimbangkan dalam menentukan bunga kredit.Jika ditinjau dari segi ekonomi dan perbankan maka yang perlu dipertimbangkan adalah sbb:
1.      Keadaan Ekonomi dan Keuangan
Dalam hal ini perlu diperhatikan  tentang supply & demand dari dana, tegasnya memperhatikan keadaan pasar uang. Bila uang dan peredarannya terus meningkat, maka tingkat bunga perlu dinaikkan. Demikian pula arah kredit perlu ditujukan terutama pada sector-sektor  yang vital serta menambah produktivitas
2.      Degree of Risk
Kredit mengandung tingkat resiko tertentu. Sehingga perlu dipertimbankan tentang tingkat resikonya. Dalam pertimbangan resiko kredit ini perlu diperhatikan : maturity (jatuh tempo), nilai jaminan yang disediakan, keadaan keuangan nasabah (terdpt dalam Neraca/Rugi-Laba) dan prospek usaha yang bersangkutan selama kredit tsb berjalan.
Bertambah tinggi suatu resiko, bertambah tinggi pula tingkat bunga yang dikenakan, demikian pula sebaliknya. Dalam penentuan rate of interest  karena suatu degree of risk, memerlukan seni tersendiri dan seni itu dipengaruhi oleh keterampilan manajamen bank, suatu kemampuan dalam forecasting, kemampuan menilai keadaan bank sendiri dan kemampuan dalam pembinaan pelanggan.
3.      Hal lain dalam pertimbangan bunga adalah hubungan rekening nasabah (account relationship).
Ini bukan merupakan hal yang sukar, karena perkembangan hubungan nasabah dengan bank tertera dalam mutasi keuangannya yang disalurkan via rekening giro atau deposito. Di beberapa bank, factor ini kadangkala diabaikan dalam arti kata bukan merupakan hal yang sangat menentukan dalam pemberikan kredit atau bunga.
4.      Kemampuan dalam Perdagangan dan Persaingan
Ini merupakan penilaian tambahan bila dalam pertimbangan degree of risk dirasakan kurang lengkap.
5.      Cost of Money dari Bank
Dari segi ekonomi perusahaan, factor ini merupakan dasar pertimbangan yang paling penting. Bila cost of money tinggi, maka otomatis interest pun akan tinggi.
Yang dimaksud cost of money adalah biaya dana. Kredit adalah dana operasional suatu bank. Dari 100% dana yang ada pada bank, sebagian besar digunakan bank untuk pemberian kredit. Dana yang diperuntukan kredit ini sering dikenal dengan istilah “Loanable Funds” atau dana yang dapat dijadikan kredit / loans.
Dana bank sebagian besar berasal dari luar bank, dimana bank harus mengeluarkan biaya untuk mengurus dana tersebut, itulah yang disebut cost of money.
Tingkat bunga yang ditetapkan (utk seluruh nasabah) harus lebih besar dari jumlah cost of money & other cost. Karena cost of money merupakan komponen biaya yang terbesar, sering orang mengatakan bahwa rate of interest harus lebih tinggi dari cost of money.
Dari uraian tsb dapat disimpulkan bahwa factor terpenting dalam penilaian untuk menetapkan suku bunga kredit bank adalah kekuatan keuangan bank itu sendiri serta biaya yang dikeluarkan oleh bank tersebut untuk dana yang dihimpunnya. Setelah factor tsb barulah perlu diperhatkan factor-faktor lain yang perlua diperrtimbangkan.
Biaya-biaya lain diluar cost of money (COM) diantaranya:
■   Biaya-biaya Personalia ( honorarium, upah, gaji, dan jaminan social )
■   Biaya-biaya administrasi umum
■   Biaya-biaya Penyusutan
■   Biaya-biaya Pemasaran / Promosi 

0 komentar:

Poskan Komentar